![]() |
| Dr. Shivam Bhasin, Peneliti NTU Singapur Sumber: sciencedaily.com |
Dengan data-data yang dikumpulkan dari sensor-sensor smartphone dan studi algoritma, para peneliti itu berhasil membobo Smartphone Android dengan akurasi 99,5%. Mereka memperhatikan model nomor yang telah ditekan oleh penggunanya, bagaimana telepon dimiringkan dan intensitas cahaya yang ditutupi jari-jemari.
Dalam penelitiannya, pertama-tama peneliti menginstall aplikasi khusus di dalam smartphone android. Aplikasi ini berfungsi untuk mengumpulkan data dari enam buah sensor yang berbeda, yaitu: akselerometer (sensor kecepatan, giroskop (sensor bidang), magnetometer (sensor magnetik), sensor jarak, barometer (sensor tekanan udara) dan sensor cahaya.
"Ketika kamu memegang smartphone sambil memasukkan nomor-nomor PIN, gerakan smartphonemu saat menekan tombol 1, 5 dan 9 berbeda-beda. Begitu juga intensitas cahaya yang diterima smartphonemu ketika menekan tombol 1 dan tombol 9 dengan ibu jari akan berbeda," begitu ungkap Dr. Bashin yang sudah 10 bulan meneliti hal ini. Beliau menjelaskan, dari data-data inilah seseorang memiliki celah untuk memprediksi nomor PIN sebuah smartphone.
Sampai saat ini, informasi dari sensor handphone dapat diambil dengan mudah oleh aplikasi-aplikasi jahat. Apalagi penyaringan aplikasi di Play Store relatif sangat longgar.
"Ini adalah sebuah celah bocornya PIN android, yang dikhawatirkan, informasi yang didapat dari sensor-sensor smartphone membawa banyak informasi pribadi pengguna. Hal ini merupakan implikasi pribadi yang harus dipikirkan perusahaan", ujar Prof Gan, salah satu partner Dr. Bashin.
(Sumber: sciencedaily.com)
Source

